cara membuat tempe orek

Masakan dari Tahu: Cara Membuat Tempe Orek

Memang bukan sebuah rahasia lagi jika seandainya tempe menjadibahan makanan andalan dari masyarakat Indonesia, bukan tanpa alasan, selainkarena rasanya yang nikmat, maka harganya juga terbilang murah. Sumber proteinnabati yang sangat bagus untuk tubuh. Contohnya sendiri adalah tempe yangdikenal begitu enak dan murah, beberapa resep seperti cara membuat tempe orek juga banyak dicoba masyarakat. Selain tempe, tahu juga menjadiandalan, karena sebelas dua belas dengan tempe kandungan gizi yang ada didalamnya juga tak kalah tinggi dengan rasa nikmat dan mudah diolah. Banyaksekali menu masakan dari tahu yang bisa dibuat sendiri di rumah.

Kedua jenis bahan makanan tersebut sebenarnya adalah hasil fermentasi dari bahan dasar yaitu kacang kedelai dengan jamur ragi yang pada dasarnya memang aman untuk dikonsumsi. Di pasaran harga satu potongnya terbilang sangat murah kisaran beberapa ribu rupiah saja. Bahkan tak jarang setiap tempe memiliki rasa yang berbeda tergantung dari industri yang memproduksinya. Diantara banyaknya menu makanan dari tempe yang bisa dijumpai, maka tempe orek termasuk yang paling disukai oleh masyarakat.

Resep membuat tempe orek ini sangatlah mudah bentuknya yang unik yaitu kecil-kecil memanjang seperti korek api inilah yang membuatnya dinamakan sebagai tempe orek, karena termasuk dalam menu makanan yang tahan lama, kebanyakan masyarakat membuatnya dalam jumlah yang banyak sebagai persediaan untuk dikonsumsi di masa mendatang. Untuk mendapatkan rasa tempe orek yang nikmat, maka tidak kalah penting adalah harus tau kondisi tempe yang digunakan dalam pembuatannya. Karena hanya tempe dengan kualitas baik lah yang nantinya akan menghasilkan rasa nikmat. Berikut ini diantara beberapa tips pemilihannya, yaitu:

  1. Masih dalam keadaan baru dan juga segar, banyak orang yang salah persepsi dengan membeli tempe yang jamurnya sudah banyak, atau tampak putih dan besar, padahal sebenarnya tempe yang masih enak adalah yang kondisinya masih banyak, belum banyak ditumbuhi oleh jamur dan juga kedelainya dalam kondisi padat. Umumnya membeli tempe dalam kondisi semacam ini juga dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama, artinya tidak akan mudah busuk, karena jamur masih terus melakukan proses fermentasi.
  2. Pilihlah yang suhunya masih hangat, tempe yang kondisinya masih segar juga dapat dilihat dari suhunya, yaitu ketika dipegang memiliki suhu yang masih hangat, sedangkan dari segi aromanya juga akan tercium aroma dari kedelai yang segar tersebut. Hal ini menandakan tempe tersebut masih baru.
  3. Serabut atau jamur-jamurnya berwarna putih, semakin lama usia tempe tersebut bisa dilihat dari warna jamur atau serabut-serabutnya, biasanya sudah mulai berubah warna dari putih ke coklat atau bahkan hitam, artinya kondisi tempe sudah busuk.
  4. Hindari membeli tempe yang berbau dan juga berlendir, hal ini mengindikasikan usia dari tempe tersebut sudah lama, sehingga busuk dan umumnya tempe semacam ini juga sudah dikontaminasi dnegan bakteri atau jamur parasit sehingga snagat berbahaya bagi kesehatan ketika dikonsumsi.
  5. Jika ingin tempe yang sehat, maka lebih aman memilih yang putih biasa, bukan tempe dengan warna kuning, umumnya tempe dengan warna kuning memang lebih menggoda dari segi tampilan. Namun kebanyakan diantara produsen curang menambahkan pewarna buatan yang berbahaya, sehingga tidak aman bagi kesehatan, untuk itu lebih baik membeli yang putih saja.
Baca Juga :  2 Resep Dimsum Andalan Bunda Yang Mudah Dibuat Dirumah